Manfaat dan Cara Mempelajari Filsafat serta Objek Penelitian dan Ciri-ciri Pemikiran Filsafat
A. Manfaat
Mempelajari Filsafat
Sekurang-kurangnya
ada empat manfaat dalam mempelajari filsafat :
- Agar terlatih serius
- Agar mampu memahami filsafat
- Agar mungkin menjadi seorang filosof
- Agar menjadi warga negara yang baik
Berfilsafat
ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan
pemikiran secara serius. Kemampuan berfikir serius diperlukan oleh orang
biasa.
B. Cara Mempelajari Filsafat
Ada tiga macam metode mempelajari filsafat yaitu :
- Metode sistematis, berarti pelajar menghadapi karya filsafat
- Metode historis, digunakan apabila pelajar mempelajari filsafat dengan cara mengikuti sejarahnya.
- Metode kritis, digunakan oleh mereka yang mempelajari filsafat tingkat intensif.
C. Objek Penelitian Filsafat
Objek yang diselidiki oleh filsafat ada dua yaitu:
- Objek materi, yaitu hal atau bahan yang diselidiki (hal yang dijadikan sasaran penyelidikan). Misalnya, ilmu alam objek formanya perubahan dan bangun benda. Ilmu kimia objek formanya benda. Ilmu gaya objek formanya kekuatan dan gerak benda. Sehingga ketiga ilmu tersebut di atas mempunyai objek forma yang berbeda-beda, akan tetapi ketiga ilmu tersebut mempunyai objek materi yang sama yaitu benda.
- Objek forma yaitu sudut pandang (point of view), darimana hal itu atau bahan tersebut dipandang. Objek materi filsafat adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. “Ada” disini mempunyai tiga pengertian yaitu :
- Ada dalam kenyataan.
- Ada dalam pikiran
- Ada dalam kemungkinan.
D. Ciri-ciri Pemikiran Filsafat
Beberapa ciri yang dapat mencapai derajat pemikiran
filsafat, yaitu:
- Sangat umum (universal). Pemikiran filsafat mempunyai kecenderungan sangat umum dan tingkat keumumannya sangat tinggi (the question tend to be very of general problem of the highest degree of generality) karena pemikiran filsafat bersangkutan dengan konsep-konsep yang sifatnya umum. Contoh tentang manusia, tentang kebebasan, dan lain-lain.
- Tidak faktual (spekulatif). Yaitu filsafat membuat dugaan-dugaan yang masuk akal mengenai sesuatu dengan tidak berdasarkan pada bukti.
- Bersangkutan dengan nilai. C.J. Ducasse mengatakan bahwa filsafat adalah usaha untuk mencari pengetahuan, berupa fakta-fakta, yang disebut penilaian. Yang dibicarakan dalam penilaian adalah baik dan buruk, yang susila dan asusila dan akhirnya filsafat sebagai usaha untuk mempertahankan nilai. Maka dibentuklah sistem nilai, sehingga lahirlah apa yang disebut: nilai sosial, nilai kegamaan dan lain-lain.
- Berkaitan dengan arti. Nilai selalu dipertahankan dan dicari. Sesuatu yang bernilai pasti tentu di dalamnya penuh dengan arti. Agar para filosof dalam menyampaikan ide-idenya sarat dengan arti, maka para filosof harus dapat menciptakan kalimat-kalimat yang logis dan bahasa yang tepat (ilmiah), keseluruhannya itu berguna untuk menghindari adanya kesalahan atau sesat pikir (fallacy)
- Implikatif, pemikiran filsafat yang baik dan terpilih selalu mengandung implikasi (akibat logis), dan dari implikasi tersebut diharapkan akan mampu melahirkan pemikiran baru, sehingga akan terjadi proses pemikiran yang dinamis: dari tesis ke anti tesis kemudian sintesis dan seterusnya, sehingga tiada habis-habisnya.
Komentar
Posting Komentar