Aliran-Aliran dalam Filsafat
Filsafat telah berhasil mengubah pola pikir
umat manusia dari pandangan mitosentris menjadi logosentris. Awalnya
orang beranggapan bahwa semua kejadian di alam ini dipengaruhi oleh para
dewa ataupun faxtor X. Dalam kehidupan modern ini, filsafat bisa diartikan
sebagai ilmu yang berupaya memahami semua hal yang muncul di dalam keseluruhan
ruang lingkungan pandangan dan pengalaman umat manusia. Perkembangan dan
perubahan zaman ke zaman memiliki corak dan ciri yang berbeda, kondisi ini
cenderung memacu manusia untuk selalu berfikir mencari nilai kebenaran itu
sendiri, karena ada perbedaan dan cara pandang dalam menafsirkan kebenaran
tersebut mengenai hakikat dan difinisi filsafat.
Ada 10 aliran dalam filsafat, yakni:
1. Rasionalisme, merupakan aliran
filsafat yang sangat mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat ide-ide dan
dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan
realitas di luar rasio.
2. Empirisme, aliran
ini berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan
inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
3. Kritisisme, merupakan
aliran filsafat yang menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber
pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda corak dengan
rasionalisme yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak.
4. Idealisme, adalah
aliran filsafat yang menganggap bahwa realitas ini terdiri dari ide-ide,
pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan
kekuatan.
5. Positivisme. Positivisme
berasal dari kata “positif”, yang artinya dengan faktual, yaitu apa yang
berdasarkan fakta-fakta, menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang terdapat
antara fakta-fakta. Pengetahuan tidak boleh melebihi fakta. Positivisme hanya,
mengandalkan fakta-fakta belaka bukan berdasarkan pengalaman, seperti
empirisme.
6. Naturalisme, merupakan paham yang
berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan
potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan
pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak
berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya.
7. Materialisme, merupakan
aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature
(alam) dan dunia fisik adalah satu. Faham materialisme ini tidak memerlukan
dalil-dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada
kenyataan-kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti.
8. Intusionalisme, adalah
suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi (naluri/perasaan) adalah
sumber pengetahuan dan kebenaran. Intuisi termasuk salah satu kegiatan berfikir
yang tidak didasarkan pada penalaran dan tidak bercampur aduk dengan perasaan.
9. Fenomenalisme, adalah
aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah sumber
pengetahuan dan kebenaran. Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala, berbeda
dengan seorang ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan
fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Fenomenalisme bergerak di bidang
yang pasti.
10. Sekularisme, merupakan
suatu proses pembebasan manusia dalam berpikirnya dan dalam berbagai aspek
kebudayaan dari segala yang bersifat keagamaan dan metafisika, sehingga
bersifat duniawi belaka. Sekularisme bertujuan memberi interpretasi atau
pengertian terhadap kehidupan manusia tanpa percaya kepada Tuhan, kitab suci
dan hari kemudian.
Dari bermacam aliran
filsafat diatas, yang berpengaruh akan perkembangan ilmu pengetahuan yang
menjadi ciri terbentuknya masyarakat modern adalah Rasionalisme. Aliran ini
mengutamakan daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran.
Komentar
Posting Komentar