Segala tentang PhD
1. Apakah PhD itu?
PhD
atau panjangnya Doctor of Philosophy merupakan gelar yang diberikan pada
seseorang yang telah menyelesaikan studi tingkat doktoral (strata 3). Dari
gelarnya dapat dilihat bahwa orang dengan gelar ini -seharusnya- berkemampuan
dan berkemauan untuk menjadi seorang doktor (dalam bahasa aslinya berarti
pengajar / guru) dan menguasai bidang ilmunya secara mendalam. Tidak sekedar
tahu rumus-rumus dan metode-metode, tetapi mengerti benar dasar, tujuan, dan
alasan dari semua rumus dan metode tersebut. Salah satu definisi lain, yang
rasanya tidak salah, menyebutkan PhD sebagai Permanent Head Damage.
2. Apa bedanya gelar PhD dengan Doktor?
Tergantung bidang ilmu dan
jenis studinya, ada macam2 gelar doktor, misal PhD, ThD, Doctor of …
dst. Dalam penggunaan sehari2, kita menyapa orang dengan Dr A, Dr. B,
bukan A, PhD. Embel2 PhD hanya disertakan di keperluan surat menyurat resmi. Atau di surat undangan nikah dan iklan kematian, kalau kamu
orang Indonesia. Di Indonesia, perbedaan PhD dan Doktor menjadi
penting karena universitas2 di Indonesia belum diakui secara internasional
untuk menganugerahkan gelar PhD pada seseorang. Itu sebabnya gelar yang
diberikan kalau lulus S3 dari univ di Indonesia adalah Doktor, dan bukan PhD.
3. Ngapain aja studi PhD itu?
Studi PhD biasanya ditempuh
dalam waktu 4 – 6 tahun. Ada yang lebih singkat, kebanyakan lebih lama Di
Civil Engineering Dept. NUS, rata-rata 5 tahun. Dengar-dengar di Purdue bisa 3.5 tahun dan di Univ. of Chicago
bisa 9 tahun. 1 – 2 tahun awal biasanya diisi dengan
mengambil kuliah-kuliah yang sekiranya akan mendukung penelitian dan
meningkatkan peluang kelulusan dalam Qualifying Exam. Sisa masa studi digunakan
untuk melakukan penelitian yang nantinya akan dituangkan dalam thesis /
disertasi.
4. Apa saja tahapan-tahapan penting (milestones)
dalam studi PhD?
Harus
lulus Qualifying Exam. Ujian ini intinya menilai penguasaan si mahasiswa PhD
akan dasar-dasar bidang ilmunya. Tidak hanya terbatas pada topik penelitiannya,
tetapi juga konsep-konsep dasar lain dalam bidang ilmunya. Umumnya ditempuh
dalam 1-2 tahun pertama. Lalu harus menyusun proposal penelitian yang jelas dan
mempertahankan proposal ini di depan panel yang berisi para profesor yang
dirasa ahli di bidang penelitian tersebut. Umumnya ditempuh dalam 2 –
3 tahun pertama.
Memperoleh temuan hasil penelitian
yang cukup layak untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional ataupun
seminar internasional. Di Civil Eng. NUS, standarnya berkisar antara 2-3
makalah jurnal dan 2-3 makalah seminar. Mengingat jurnal-jurnal teknik sipil
umumnya memakan waktu 8 bulan – 1 tahun untuk proses review dan revisi
saja, menerbitkan makalah dalam jurnal bukan hal mudah. Untuk mengakali
hal ini, ada mahasiswa yang mengirim makalahnya ke jurnal yang editor utamanya
adalah profesornya sendiri. Yes, some of us do sink that low.
5. Apa itu penelitian?
Menurut legenda, penelitian itu upaya tiada henti untuk menemukan sesuatu
yang BARU dan BERGUNA. Baru artinya di seluruh dunia belum pernah ada yang
melakukan seperti yang kita lakukan. Berguna artinya kita tahu hasil
penelitian ini bakal dibuat apa nantinya, bukan sekedar untuk memuaskan
keingintahuan saja.
Untuk bidang
engineering, tidak perlu sampai menemukan rumus baru atau material baru.
Yang umum dilakukan adalah menyusun metode baru untuk menghitung / mengukur
sesuatu, memperbaiki metode yang sudah ada, menerapkan metode yang sudah ada
untuk memecahkan kasus yang di seluruh dunia dari jaman Nuh sampai sekarang belum berhasil
dipecahkan, atau combine two methods in a smart way (kata profesor saya).
6. Darimana datangnya topik penelitian?
Umumnya mahasiswa PhD sudah punya
ketertarikan pada topik tertentu (dalam skala luas). Dari ketertarikan inilah
kami memilih universitas/profesor yang kira-kira sesuai. Meskipun ada pertimbangan lain, misal universitas yang menawarkan
beasiswa menggiurkan. Lalu
topik yang lebih dalam dan spesifik akan muncul dari hasil membaca kira-kira
100 makalah selama 1 – 2 tahun, diskusi dengan profesor, dan juga disesuaikan
dengan proyek penelitian profesor saat itu, yang umumnya didanai oleh
pemerintah atau industri.
7. Apa kegiatan sehari-hari mahasiswa PhD?
Bervariasi tergantung universitas, bidang studi, dan profesor. Sebagai
ilustrasi, jadwal sehari-hari saya dengan melakukan perhitungan, termenung
melihat hasil perhitungan yang aneh dan tidak sesuai teori, membaca makalah dan
buku untuk mengecek teori dan mengecek apa ada orang yang sudah mendului
kita memecahkan hal ini, berdiskusi dengan prof tentang hasil dan langkah
selanjutnya, gembira kalau sebab keanehan ditemukan, menulis makalah, di tengah
menulis sadar bahwa hasilnya kurang, balik menghitung lagi, menulis, revisi
sekitar 5 kali dari prof, datang kuliah, membuat tugas kuliah, mengajar
tutorial untuk anak-anak S1, mengoreksi tutorial, datang seminar khususnya yang
ada makan gratis. Semua kegiatan ini umumnya memakan waktu dari 9 am – 8 pm.
8. Berapa ratio kelulusan program PhD?
Yang jelas tidak 100%. Ada beberapa
orang yang mundur karena merasa tidak cocok dengan kehidupan sehari-hari yang
isinya berpikir, merenung, membaca, menulis, berhitung, dan bingung.
Merasa ingin bekerja yang hasilnya lebih nyata. Insinyur sipil yang kerja di konsultan, begadang 3 malam
menghasilkan perhitungan struktur. Yang kerja di kontraktor, kerja keras
tahu-tahu gedungnya jadi. Bagi mahasiswa PhD, begadang berujung …. makalah,
yang kadang pun ditolak oleh jurnal.
9. Jadi apa setelah lulus PhD?
Macam-macam. Yang masih cinta
proses belajar mengajar dan meneliti, jadi researcher di universitas atau
lembaga-lembaga riset. Yang mau lebih praktis, jadi staf R&D di
perusahaan besar (sebab perusahaan kecil ga ada R&D nya). Yang udah
muak (“no more research”) bisa
kerja di industri sesuai bidang ilmu masing-masing. Contohnya, PhD on
Civil Eng. bisa kerja di konsultan struktur atau bahkan kontraktor.
Yang bahkan merasa muak dengan bidang studinya, bisa jadi pengusaha, agen
properti, atau bahkan komikus.
10. Apa parameter seorang PhD yang baik?
Menguasai konsep dasar bidang ilmunya, sangat menguasai topik
penelitiannya, megikuti perkembangan terkini bidangnya, dapat menemukan
topik-topik penelitian yang berguna untuk kehidupan dan dapat menyumbangkan
solusi bermutu dalam topik tersebut. Menurut khalayak umum, banyak menulis
makalah dan ikut seminar dimana-mana. Lulus dalam 3 tahun.
Komentar
Posting Komentar