Filsafat Kenabian menurut Pemikiran Al-Ghazali
Walaupun dalam karangannya Tahafut
Al-Falasifah ia bernada menentang teori kenabian dari Al-Farabi,
dengan mengatakan bahwa seorang Nabi dapat berhubungan dengan Tuhan dengan
langsung atau dengan perantaraan malaikat, tanpa memerlukan kepada akal-faal
atau daya imajinasi tertentu, atau cara-cara lain yang dikemukakan oleh
filosof-filosof. Namun dalam bukunya yang lain, yaitu Al-Munqidzu Min
Ad-Dlalal, Al-Ghazali menetapkan bahwa kenabian adalah perkara yang dapat
diakui menurut riwayat dan dapat diterima menurut pertimbangan pikiran. Dari
segi pikiran, cukuplah diakui bahwa kenabian mirip dengan gejala-gejala
kejiwaan yang diakui oleh kita semua, yaitu impian, dia berkata:
“Tuhan telah mendekatkan demikian itu (kenabian)
kepada hamba-hamba-Nya dengan jalan memberikan kepada mereka suatu contoh dari
ciri khas kenabian, yaitu tidur, karena orang tidur dapat melihat rahasia yang
akan terjadi, baik dengan berbajukan perumpamaan yang akan terjadi, dengan
jelas atau dengan berbajukan perumpamaan yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.”
Komentar
Posting Komentar