Kehidupan Kedua
Salah
satu pertanyaan penting dalam hidup manusia adalah, apa yang terjadi setelah
kematian? Ini pertanyaan yang amat penting. Tidak ada metode ilmiah yang mampu
menjawabnya. Kita membutuhkan pendekatan yang bergerak dari agama, mitos sampai
dengan ilmu pengetahuan, guna memberikan beberapa kemungkinan jawaban.
Di berbagai
peradaban dunia, kita bisa dengan mudah menemukan adanya konsep tentang hidup
sesudah mati. Versinya beragam, namun polanya kurang lebih serupa. Setelah
kematian, orang akan memasuki alam berikutnya. Di sana, jika ia menjalani hidup
yang baik, ia akan mendapatkan kebahagiaan. Jika hidupnya jahat, maka ia harus
menjalani hukuman. Inilah pola yang cukup universal, yang dapat ditemukan di
berbagai cerita mitologis di hampir semua peradaban dunia.
Pandangan ini
kemudian dilanjutkan oleh agama-agama dunia dengan konsep surga dan neraka.
Orang baik akan masuk surga, dan menemukan kebahagiaan abadi disana. Sementara,
orang jahat akan masuk neraka, serta mengalami hukuman berat disana. Juga ada
semacam entitas abadi (Tuhan, Dewa) yang berperan sebagai hakim bagi setiap
orang, setelah ia meninggal.
Di dalam kematian
terselip ide tentang keadilan. Hidup ini memang tidak adil. Namun, kematian
akan memperbaiki fakta itu. Kita tidak bisa membuktikan, apakah pendapat ini
benar, atau hanya cerita belaka. Namun, ada sesuatu yang indah di dalam ide,
bahwa kematian selalu terkait dengan ide keadilan.
Dari sudut pandang
ilmu-ilmu pengetahuan modern, yang menggunakan metode berpikir ilmiah dengan
berpijak pada data-data yang dapat dilihat dan diukur, kita sulit untuk
berbicara soal kematian. Satu-satunya argumen yang dalam pandangan ini paling
masuk akal adalah, bahwa kehidupan itu adalah energi, dan energi itu abadi. Ia
hanya berpidah tempat. Maka, setelah orang mati, energinya akan kembali ke
alam, dan menjadi sesuatu yang lain.
Tidak ada dunia
setelah kematian. Yang ada adalah kekosongan, karena energi berpindah menjadi
sesuatu yang lain. Namun, seperti semua pandangan di dalam ilmu pengetahuan,
pandangan ini pun hanya berupa kemungkinan, karena ilmu pengetahuan tidak
pernah bisa memberikan kebenaran ataupun kepastian, melainkan hanya
kemungkinan. Kehidupan setelah mati adalah suatu kemungkinan, walaupun, dari
sudut pandang ilmu pengetahuan, kemungkinannya cukup rendah.
Komentar
Posting Komentar