UTS Filsafat
1. Bagi
sebagian orang, belajar filsafat adalah belajar yang tidak mudah dipahami
begitu saja, dan terkadang membingungkan. Jelaskan dengan bahasa sendiri
pengertian filsafat agar mudah dipahami di semua kalangan manusia dan mengapa
belajar filsafat itu membuat orang menjadi bingung dan bagaimana solusinya?
Lalu bagaimana cara berfilsafat dan mengutarakan pikiran kita keorang lain
dengan jelas?
Jawab:
Filsafat adalah ilmu yang memiliki
hubungan dengan upaya menemukan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang ada dan
mungkin ada melalui penggunaan akal secara optimal. Kebenaran yang dihasilkan dalam
filsafat adalah dalam bentuk gagasan atau ide.
Dalam filsafat itu memang perlu dibuat
bingung, karena dalam filsafat itu kepastian adalah urusan dunia sedangkan
urusan hati adalah keyakinan kita terhadap hati kita sendiri. Dengan dibuat
bingung dalam berfilsafat berarti kita sudah mau berpikir yaitu dengan
memikirkan apa yang tidak kita mengerti
dalam berfilsafat.
Solusi untuk mengatasi kebingungan dalam
berfilsafat; salah satunya adalah dengan berhenti memikirkannya, lalu
mendekatkan diri pada Tuhan, atau tidur untuk merelaksasi otak atau pikiran
kita.
Cara berfilsafat dan mengutarakan
pikiran kita kepada orang lain adalah dengan berbicara dengan jelas dan dengan
bahasa yang mudah dipahami oleh orang lain. Lain halnya jika yang di pikiran di
luar pikiran kita, itu memang sulit diutarakan dan dijelaskan. Sebagai contoh,
sulit sekali menjelaskan rasa cinta dan kasih sayang kepada seorang ibu.
2. Secara
garis besar pada umumnya filsafat terbagi menjadi dua, yaitu filsafat barat dan
filsafat timur. Jelaskan perbedaan antara filsafat barat dan filsafat timur,
lalu adakah keterkaitan diantar keduanya?
Jawab:
Perbedaan antara filsafat barat dan
filsafat timur bisa dilihat dari berbagai aspek, diantaranya:
a. Pengetahuan,
filsafat barat sejak masa Yunani telah menekankan akal budi dan pemikiran yang
rasional sebagai pusat kodrat manusia. Pada filsafat timur, lebih menekankan
hati daripada akal budi, sebab hati dipahami sebagai instrumen yang
mempersatukan akal budi, intuisi, dan lain sebagainya.
b. Sikap
terhadap alam, filsafat barat menjadikan manusia sebagai subjek dan alam
sebagai objek sehingga menghasilkan eksploitasi yang berlebihan terhadap alam.
Sedang pada filsafat timur lebih menjadikan harmoni antara manusia dengan alam
sebagai kunci.
c. Cita-cita
hidup, filsafat barat menganggap bahwa mengisi hidup dengan bekerja dan
bersikap aktif sebagai kebaikan tertinggi. Pada filsafat timur, cita-citanya
adalah pada harmoni, ketenangan, dan kedamaian hati.
d. Status
manusia, filsafat barat amat menekankan status manusia sebagai individu dengan
segala kebebasan yang ia miliki, dan masyarakat tidak bisa menghilangkan status
manusia dengan kebebasannya. Sedangkan pada filsafat timur lebih menekankan
pada martabat manusia tetapi pada penekanan yang berbeda, sehingga manusia ada
bukan untuk dirinya melainkan ada didalam solidaritas dengan sesamanya.
Hubungan diantara filsafat barat dengan
filsafat timur terlihat dalam segi pendidikan, baik dalam filsafat barat
ataupun filsafat timur menekankan pada pengetahuan dengan tujuan akhirnya untuk
membentuk kesempurnaan hidup.
3. Dalam
filsafat kita mengenal filsafat pendidikan, apasaja peran filsafat dalam dunia
pendidikan khususnya pada aliran eksistensialisme?
Jawab:
Eksistensialisme sangat berhubungan
dengan dunia pendidikan karena antara keduanya saling bersinggungan pada
masalah yang sama, yaitu: manusia, hidup, hubungan antar manusia, hakikat
kepribadian dan kebebasan. Pada pembicaraan eksistensilaisme adalah ”keberadaan
manusia”, sedangkan pada pendidikan hanya dilakukakan oleh manusia itu sendiri.
Selain itu, filsafat berperan untuk
memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi
ilmu pendidikan atau paedagogik. Suatu praktek kependidikan yang diarahkan oleh
suatu filsafat akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan
gejala-gejala kependidikan tertentu.
Filsafat pendidikan juga perlu dikuasai
pendidik, karena pendidikan bersifat normatif maka dalam rangka pendidikan
diperlukan asumsi-asumsi yang bersifat normatif pula. Asumsi-asumsi pendidikan
yang bersifat normatif itu salah satunya berasal dari filsafat. Alasan lainnya
adalah pendidikan tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan ilmiah yang
bersifat parsial dan deskriptif saja, melainkan perlu dipandang pula secara
holistik yang dapat diwujudkan melalui pendekatan filosofis.
4. Filsafat
ilmu pengetahuan merupakan cabang dari filsafat pengetahuan. Ia kadang disebut
sebagai theory of science, mengapa
demikian? Dan mengapa ilmu itu tidak akan pernah habis, lalu jelaskan tiga
tiang penyangga ilmu pengetahuan yang dimaksud?
Jawab:
Karena pengetahuan sebuah ilmu dibangun
berdasarkan filsafat pengetahuan yang kemudian menjadi salah satu dasar
penyangga ilmu pengetahuan. Sebuah ilmu berasal dari proses apa itu yang
namanya “tahu” yang kemudian berkembang menjadi pengetahuan. Pengetahuan dapat
diperoleh melalui pemahaman dengan cara persepsi; baik lewat indera, akal, dan
hati. Oleh karenanya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa filsafat pengetahuan
disebut sebagai theory of science.
Ilmu dengan berjalannya waktu serta
berkembangnya zaman, ilmu tidak akan berhenti dalam artian selalu berkembang.
Ilmu akan mengalami perubahan dalam wilayah ontologi, epistempologi, dan
aksiologi. Jika ilmuwan bisa mengamalkan wilayah aksiologi, maka ilmu akan
memiliki nilai yang tinggi sehingga akan bermanfaat untuk orang lain.
Tiga tiang penyangga ilmu pengetahuan,
antar alain:
a. Ontologi,
merupakan cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Landasan ontologi
mempertanyakan tentang objek yang ditelaah ilmu, dan lain sebagainya.
b. Epistemologi,
merupakan cabang filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber,
metode, struktur, dan validitas pengetahuan. Landasan epistemologi
mempertanyakan tentang proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang
berupa ilu, dan lain-lain.
c. Aksiologi,
merupakan cabang filsafat yang membicarakan tentang nilai secara umum. Landasan
aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu
dipergunakan, dan lain-lain.
5. Apa
kontribusi fenomenologi dalam kehidupan dan mengapa ada persepsi yang berbeda
dalam satu fenomenologi yang sama?
Jawab:
Kontribusi dan tugas fenomenologi adalah
membentuk suatu deskripsi atas sejarah lebenswelt (dunia kehidupan) dalam
menemuka makna yang merekontruksi kenyataan sehari-hari. Kontribusi
fenomenologi juga diantaranya membimbing ilmuwan untuk menjernihkan
konsep-konsep dan teori-teori untuk dijadikan landasan yang kokoh bagi konsep
dan teori berikutnya; fenomenologi juga digunakan dalam salah satu pendekatan
atau metode dalam penelitian kualitatif.
Karena fenomenologi ini berkaitan dengan pembentukan
struktur-struktur kesadaran dan fenomena yang tampak dalam tindakan-tindakan
kesadaran, objek-objek refleksi sistematis dan analisis. Dimana refleksi
seperti ini terjadi dari sudut pandang “orang pertama” (subjektif) yang menyebabkan
persepsi dalam menilai fenomena dapat menjadi berbeda, tergantung pada
pengalaman inderawi masing-masing.
Komentar
Posting Komentar